
Asal-usul nasi ini berawal dari zaman kerajaan Kutai Kertanegara, hanya dihidangkan untuk anggota keluarga kerajaan saja. Masyarakat biasa tidak bisa menyantap makanan berbahan dasar beras ini. Namun kini, penganan ini tidak terbatas pada siapa saja yang ingin menikmatinya. Sesungguhnya bisa dikatakan selera para keluarga kerajaan tersebut tidak jauh berbeda dengan rakyat biasa, hanya saja cara penyajian atau alat-alat yang digunakan lebih mewah saja. Nasi bekepor berbahan dasar beras yang dicampur dengan minyak sayur, rempah-rempah dan potongan ikan asin yang dimasak di dalam kuali besar. Dihidangkan bersamaan dengan daging masak bumi hangus merupakan daging bumbu kecap, serta sayur gangan asam kukar. Biasanya nasi bekepor juga disajikan bersama dengan sambal raja, terdiri dari enam macam sambal yang dijadikan satu. Baik nasi bekepor dan sambal raja merupakan hidangan yang dahulu hanya untuk keluarga raja. Nasi bekepor khas Kutai lama-kelamaan menjadi dikenal di kalangan rakyat biasa dan kini dijual di warung penganan Kalimantan Timur. Namun sekalipun disebut sebagai makanan khas Kutai, nasi yang sekilas mirip liwet ini tidak begitu saja mudah ditemukan, tergerus oleh makanan modern lain. Salah satu warga yang masih melestarikan penganan ini adalah Ibu Ainun yang memulai usaha warung makanan khas Kalimantan Timur semenjak tahun 2002.