Be yourself; Everyone else is already taken.
— Oscar Wilde.
This is the first post on my new blog. I’m just getting this new blog going, so stay tuned for more. Subscribe below to get notified when I post new updates.
cintailah makanan daerahmu
Be yourself; Everyone else is already taken.
— Oscar Wilde.
This is the first post on my new blog. I’m just getting this new blog going, so stay tuned for more. Subscribe below to get notified when I post new updates.

Asal-usul nasi ini berawal dari zaman kerajaan Kutai Kertanegara, hanya dihidangkan untuk anggota keluarga kerajaan saja. Masyarakat biasa tidak bisa menyantap makanan berbahan dasar beras ini. Namun kini, penganan ini tidak terbatas pada siapa saja yang ingin menikmatinya. Sesungguhnya bisa dikatakan selera para keluarga kerajaan tersebut tidak jauh berbeda dengan rakyat biasa, hanya saja cara penyajian atau alat-alat yang digunakan lebih mewah saja. Nasi bekepor berbahan dasar beras yang dicampur dengan minyak sayur, rempah-rempah dan potongan ikan asin yang dimasak di dalam kuali besar. Dihidangkan bersamaan dengan daging masak bumi hangus merupakan daging bumbu kecap, serta sayur gangan asam kukar. Biasanya nasi bekepor juga disajikan bersama dengan sambal raja, terdiri dari enam macam sambal yang dijadikan satu. Baik nasi bekepor dan sambal raja merupakan hidangan yang dahulu hanya untuk keluarga raja. Nasi bekepor khas Kutai lama-kelamaan menjadi dikenal di kalangan rakyat biasa dan kini dijual di warung penganan Kalimantan Timur. Namun sekalipun disebut sebagai makanan khas Kutai, nasi yang sekilas mirip liwet ini tidak begitu saja mudah ditemukan, tergerus oleh makanan modern lain. Salah satu warga yang masih melestarikan penganan ini adalah Ibu Ainun yang memulai usaha warung makanan khas Kalimantan Timur semenjak tahun 2002.

gegicak mempunyai tekstur yang kenyal dan lembut. Dibuat dari tepung beras ketan putih yang diberi daun pandan sebagai pewarna alami.
Tapi kalau kita perhatikan kelapa yang menjadi topingnya mirip dengan kelepon atau onde onde gitu eit tapi berbeda yah kalau kue ini dimatangkan dengan kukusan, setelah itu ditaburi kelapa parut dan disiram saus gula merah nyamm nyamm lezat tiada tara.
Selain itu wangi dari daun pandan yang menajadi khasnya dan juga sausnya yang meleleh semerbak begitu membuat kue gegicak dihidangkan dengan rasanya manis dan gurih.

Kalimantan Timur punya kue basah favorit bernama amparan tatak pisang. Jenisnya sama dengan nagasari atau kue pisang, hanya saja amparan tatak pisang tak dibungkus daun pisang.
Rasanya yang gurih manis membuat amparan tatak pisang populer di kalangan masyarakat Kalimantan terutama Kalimantan Selatan. Kue ini juga biasanya disajikan pada hari-hari tertentu.
Tampilan kue ini mirip kue lapis karena dicetak dalam wadah atau loyang segi empat atau bundar. Bahan pembuatan kue yang berarti ‘hamparan pisang’ ini adalah tepung beras, gula pasir, santan, dan pisang.
Untuk pisangnya bisa berupa pisang kepok, pisang raja, atau pisang tanduk yang masak pohon. Pisang lalu dipotong kecil-kecil sebelum diolah.
Untuk membuatnya, tepung, santan, dan gula dibuat menjadi adonan kental lalu dicetak dalam loyang. Lalu irisan pisang masak ditata di atasnya hingga rata. Kemudian ditutup lagi dengan adonan tepung dan santan lalu dikukus.
Tak heran jika Amparan Tatak pisang ini sangatlah populer di kalangan masyarakat. Rasanya yang legit dan gurih menjadikan Kue Basah ini menjadi primadona setelah berbuka puasa.

Pisang Gapit adalah salah satu kuliner khas Kalimantan timur yang menggunakan pisang sebagai bahan dasarnya. Sama seperti namanya, Pisang Gapit di buat dengan cara di jepit dan di panggang. Makanan satu ini sangat terkenal di berbagai daerah di Kalimantan timur seperti Samarinda, Balikpapan dan daerah lainnya.
Dalam proses pembuatannya, pisang yang di gunakan merupakan pisang setengah matang yang sering di gunakan untuk membuat pisang goreng seperti pisang kapok, pisang tanduk dan pisang sanggar. Dalam proses pengolahannya, pisang di kupas kulitnya lalu di panggang dengan cara di jepit. Setelah matang pisang di jepit sampai pipih kemudian di campur dengan saus khusus yang terbuat dari gula merah dan bahan lainya.
Saus yang di gunakan untuk menyajikan Pisang Gapit Ini adalah saus yang terbuat dari gula merah, santan,daun pandan, garam dan tepung maizena. Pada proses pembuatannya, gula merah di rebus dengan air sampai mendidih kemudian di saring airnya. Setelah itu di rebus kembali dengan santan dan daun pandan. Tidak lupa tambahkan larutan tepung maizena dan garam, lalu di aduk sampai rata.
Dalam proses penyajiannya, pisang yang sudah di panggang tadi di siram dengan saus. Selain itu dalam penyajiannya, ada beberapa variasi atau kreasi untuk menambah cita rasa dari Pisang Gapit tersebut. Contohnya seperti di taburkan dengan keju atau mesis coklat.

Makanan ringan bercita rasa gurih ini seakan sudah menjadi oleh-oleh wajib bagi wisatawan yang bertandang ke Kalimantan Timur.
Amplang terbuat dari daging ikan yang digiling halus dengan campuran tepung sagu. Ikan yang biasa digunakan adalah ikan tenggiri, gabus (haruan), atau belida (ikan pipih). Setiap jenis ikan tersebut memiliki kekhasan tersendiri. Jenis ikan yang dianggap terbaik adalah ikan belida karena rasa gurihnya yang lebih enak dan tekstur daging yang lembut saat dihaluskan.
Proses pembuatan kerupuk ini relatif sederhana, tetapi sentuhan yang berbeda dari setiap pembuatnya menciptakan kekhasan tersendiri dari setiap produsen. Langkah pertama, ikan yang telah dibersihkan dari sisik dan duri digiling hingga halus. Daging yang telah halus diberi garam, bumbu-bumbu, serta air hingga rata. Lalu, dimasukkan tepung sagu dan diuleni hingga kalis. Adonan tersebut kemudian direbus atau dikukus selama kurang lebih satu jam, lalu dijemur agar menghasilkan amplang yang bagus saat digoreng.
Tahap selanjutnya adalah pemotongan dan penggorengan amplang. Adonan yang masih berbentuk gumpalan besar tadi diiris tipis, lalu dipotong memanjang atau berbentuk dadu dengan ketebalan sekitar 0,5-1 centimeter. Potongan-potongan ini digoreng dengan minyak panas hingga mengembang dan berwarna kuning kecokelatan. Setelah ditiriskan, amplang dapat disimpan dalam wadah tertutup agar tetap renyah dan tahan lama.

Bentuknya bulat pipih, berwarna kekuningan dengan rasa manis yang khas. Itulah roti pisang, salah satu kekayaan kuliner khas Kutai Kartanegara. Jenis jajak (jajanan pasar) yang satu ini menjadi sajian yang menggoda selera di waktu senggang. Cocok untuk membangkitkan keakraban saat bercengkerama bersama kerabat dan para sahabat.
Roti pisang sebenarnya memiliki banyak kemiripan dengan bingka. Dari segi bahan dasar, kedua jenis kue basah ini sama-sama terbuat dari tepung terigu, santan, gula, garam, dan telur. Yang membedakan, sesuai namanya, roti pisang menggunakan irisan pisang sebagai campuran adonannya. Pisang yang digunakan dalam penganan ini biasanya adalah jenis pisang raja atau pisang talas. Komponen tambahan yang satu ini menciptakan rasa, aroma, serta tekstur yang unik.
Hal lain yang membedakannya adalah proses pembuatan. Berbeda dengan bingka yang dipanggang, roti pisang dimasak menggunakan cetakan seperti membuat martabak atau kue terang bulan. Cetakannya kurang lebih berdiameter 10 centimeter dengan kedalaman sekitar 1-2 centimeter.
Pembuatan roti pisang dimulai dengan mencampurkan tepung terigu, gula, garam, dan vanili di dalam sebuah wadah. Selanjutnya, dimasukkan telur serta santan dan diaduk hingga tercampur rata. Cacahan pisang dimasukkan ke dalam adonan tersebut sambil memanaskan cetakan yang telah diolesi dengan mentega.
Adonan dimasukkan dalam cetakan dan dibiarkan hingga permukaan bagian bawah sedikit kecokelatan. Setelah kecokelatan, kue dibalik hingga bagian atasnya cukup matang. Roti pisang pun siap disajikan. Hidangan ini semakin mantap bila dinikmati selagi hangat.

Olahan yang paling jamak dicari para pelancong yaitu masakan berbahan ikan gabus.
Dari banyak olahan ikan gabus, salah satu yang jadi favorit yaitu sayur asam Kutai. Sayur asam kutai berbeda dengan kebanyakan sayur asam daerah lain yang diolah dari sayuran, makanan ini berbahan baku ikan atau kepala ikan gabus.
Ikan gabus dalam bahasa daerah di Kaltim yaitu ikan haruan. Nama ini juga digunakan dalam bahasa Melayu. Ikan haruan banyak terdapat di perairan darat di Kaltim.
Tak hanya bahan ikan gabus, sayur asam Kutai juga dilengkapi dengan bahan lain seperti pisang mentah, ubi, dan kangkung. Sementara bumbu asamnya berasal dari air jeruk nipis dan terung asam Kalimantan atau disebut juga terung Dayak.

Sajian ini termasuk kategori kue basah. Meskipun demikian, warga Kutai Kartanegara menyukai babongko disantap sebagai menu sarapan.
Selain untuk sarapan, babongko juga sering disuguhkan pada acara-acara besar, seperti pernikahan atau beseprah (ritual sarapan besar). Sepintas, babongko mirip bubur sumsum di Jawa. Bedanya, tepung beras babongko diberi pewarna hijau dari perasan daun suji. Selain itu, babongko disajikan dalam bungkus daun pisang berbentuk piramida. Sajian ini punya warna hijau yang menarik dengan tekstur lembut dan kenyal. Tektur itu didapat dari proses pembuatan yang diawali dengan mencampur adonan tepung. Adonan itu dimasak bersama santan encer, gula pasir, dan garam. Adonan masak yang sudah mengental kemudian didinginkan. Jika sudah dingin, adonan dibungkus bersama gula merah cair dan santan kental. Barulah babongko dikukus hingga matang. Saus santan dan gula merah cair di atas babongko membuatnya manis, gurih, dan lezat. Apalagi, porsi babongkko juga cukup besar, cukup bikin kenyang saat sarapan.

Di provinsi beribukota Samarinda ini, salah satu kuliner tradisional terkenal yaitu olahan ikan gabus atau dalam bahasa Banjar dan Melayu disebut ikan haruan. Banyak olahan ikan haruan di antaranya ada nasi kuning, gence ruan, sayur asam, dan rabo ruan.
Pada nasi kuning, ikan ruan dijadikan sebagai bahan tambahan. Sementara pada gence ruan dan rabo’ruan sebagai bahan utamanya. Rabo’ruan diolah dari ikan gabus yang dihaluskan bagian dagingnnya dan dibumbui. Ikan gabusnya melalui prosea pengukusan.
Ikan haruan merupakan ikan populer dan banyak terdapat di perairan darat Kalimatan Timur. Rabo’ruan merupakan nama bumbu yang disajikan bersama ikan haruan. Ikan garuannya diolah dengan cara dibakar atau digoreng.